Pengabdian Masyarakat Departemen Ilmu Sejarah di Benteng Somba Opu, Upaya Pengembangan Wisata Alternatif Susur Sungai Jeneberang

Departemen Ilmu Sejarah FIB mengadakan pengabdian masyarakat di Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, Sabtu, 16 Desember 2023/ Dokumentasi Ilmu Sejarah Unhas

Tim Pengabdian Departemen Ilmu Sejarah FIB Unhas bekerja sama dengan Komunitas Lingkar melakukan pengabdian masyarakat di Benteng Somba Opu dan pesisir Sungai Jeneberang, pada Sabtu 16 Desember 2023.

Kegiatan ini mengusung tema pengabdian “Pengembangan Wisata Alternatif Susur Sungai Jeneberang”. Ketua Departemen Ilmu Sejarah FIB Unhas, Dr Ilham mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk merancang agenda pengabdian yang harapannya dapat dilakukan berkelangjutan di Benteng Somba Opu, dan Kalle Gowa.

“Ini merupakan ide awal yang coba kita kembangkan di Departemen Ilmu Sejarah, yang semoga dapat terus dilakukan dari tahun ke tahun.  Kita menginginkan lokasi pengabdian  ini sebagai laboratorium departemen ilmu sejarah, artinya mata kuliah yang ada praktikum di pusatkan di Benteng Somba Opu dan Kalle Gowa,” ucap Ilham.

Lebih lanjut lagi, Ilham menegaskan mata kuliah seperti Sejarah Lokal, Sejarah Maritim, Sejarah Sosial, Sejarah Kota, Sungai dan Peradaban, Sejarah Islam, laboratoriumnya dapat dilaksanakan di Benteng Somba Opu, Kalle Gowa, dan Sungai Jeneberang ini.

Dr. Ilham menjelaskan wisata ini masih alternatif yang bisa kita kembangkan pada masa yang akan datang. Misalnya kita bangga sebagai kawasan maritim, pewaris maritim, tetapi kita tidak punya atau menawarkan hal itu sebagai produk sejarah, produk budaya, atau wisata.

“Contoh sederhana, kita mengharapkan setiap tahun ada kegiatan berlayar dari Muara Sungai Tallo menyusur sungai sampai ke Benteng Somba Opu dan dari sini menyusur Sungai Jeneberang sampai ke kota lama yakni Kalle Gowa,” tuturnya.

“Kalau ini kita lakukan secara berkelanjutan. Hal ini dapat menjadi potensi wisata, dan identitas kelokalan kita,” ucapnya.

Dr. Suriadi Mappangara yang juga turut hadir menyambut baik adanya kegiatan pengabdian ini. Ia menyampaikan sejarah dibangunnya tempat wisata Benteng Somba Opu.

“Salah satunya pembangunan rumah adat yang ada di Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), sebagai miniatur atau taman mini di Benteng Somba Opu. Jadi wisatawan yang ingin mengenal Sulselbar dapat berkunjung ke benteng ini,” jelas Suriadi Mappangara.

Senanda dengan itu, Koordinator Komunitas Lingkar, Arisal mengatakan kegiatan ini untuk memperkenalkan potensi wisata alternatif di Kabupaten Gowa.

Seperti pengenalan objek atau situs bersejarah di pusat Kerajaan Gowa. Pengenalan ini meliputi situs bersejarah seperti Masjid Katangka, Makam Sultan Hasanuddin, Makan Arung Pallaka, bekas Benteng Kalle Gowa, dan pada akhirnya akan sampai ke pesisir Sungai Jeneberang. Untuk memperlihatkan adanya keterhubungan Kalle Gowa dengan Benteng Somba Opu.

“Bukan hanya itu, ke depannya di sekitar situs bersejarah ini, diharapakan ada objek atau tempat wisata kuliner yang dapat mendukung wisata sejarah ini,” jelasnya.

Setelah kegiatan ini, rombongan dosen dan tim pendukung juga melakukan survei di sekitar Benteng Somba Opu dan di pesisir Sungai Jeneberang.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menghadirikan dosen-dosen departemen Ilmu Sejarha, seperti Sekretaris Departemen, Andi Lili Evita M.Hum, Dr. Suriadi Mappangara, Dr. Nahdia Nur, Dr. Ida Liana Tanjung, Drs. Rasyid Rahman, Nasihin, M.A, Nuranisa, M.A, Fajar Sidiq Limola. Serta teman-teman dari Komunitas Lingkar, Arisal, Teguh W. Kusuma, dan Fitri Ramdayani Mahmud.