blog  

Benarkah Ada Khilafah Rasyidah Sebelum Khalifah Allah Al-Mahdi?

Opini:

Oleh Sari Kumala

Rasulullah bersabda:
Dari Abu Asma Ar-Rahabi dari Tsauban dia berkata, Rasulullah bersabda: Kelak tiga orang akan berperang di dekat perbendaharaan kalian ini (yaitu Ka’bah), dan kesemuanya adalah anak khalifah. Dan tidak ada yang menang melainkan satu orang, lalu muncullah bendera-bendera hitam dari wilayah timur, mereka lantas memerangi kalian dengan peperangan sengit yang sama sekali belum pernah dilakukan kaum manapun. Jika kalian melihatnya, maka berbaiatlah kepadanya walaupun sambil merangkak di atas salju, karena sesungguhnya dia adalah Khalifah Allah Al Mahdi.” (HR: Ibnu Majah).

Mari kita kaji hadits tersebut dengan seksama. Semoga Allah memberikan kita Rahmat agar dapat melihat terang kebenaran yang datangnya dari Allah yang telah tertutup oleh kesombongan kita.
Mari kita penggal-penggal dulu kalimatnya biar jelas.

“Kelak tiga orang akan berperang di dekat perbendaharaan kalian ini (Ka’bah), …”

Dari penggalan matan hadits tersebut kita mendapatkan informasi bahwa peristiwa itu akan terjadi di Arab Saudi.

“…dan kesemuanya adalah anak Khalifah. Dan tidak ada yang menang melainkan satu orang, …”

Tiga orang yang berperang itu anaknya seorang Khalifah yang berkuasa di Arab Saudi. Siapa yang berkuasa di Arab Saudi sekarang ini? Dan apa bentuk pemerintahannya? Hampir semua orang mengetahui bahwa Raja Salman adalah pemimpin negara Arab Saudi. Khalifah dalam pengertian umum adalah pemimpin negara. Bentuk sistem pemerintahan Arab Saudi adalah monarki atau kerajaan.

Sampai di sini kita dapat mengetahui bahwa hadits tersebut menegaskan bahwa peristiwa itu akan terjadi di keluarga Kerajaan Arab Saudi. Tiga orang anak Khalifah (pemimpin negara) berperang sepeninggal ayahnya. Anak-anak Khalifah (pemimpin negara) berperang untuk mendapatkan tahta sebagai pemimpin negara dan peristiwa itu sangat sering terjadi dalam sistem monarki / kerajaan.

Kejadian perebutan kekuasaan untuk menjadi pemimpin negara seperti yang sering terjadi pada sistem monarki / kerajaan itu tidak pernah terjadi pada sistem Islam Khilafah Rasyidah. Karena sistem Islam adalah sistem yang khas, punya filter untuk memilih Khalifah (pemimpin negara) berdasarkan kriteria yang sudah menjadi paten dalam sistem Islam. Bukan pelimpahan kekuasaan berdasarkan warisan sebagaimana dalam bentuk pemerintahan monarki.

“…lalu muncullah bendera-bendera hitam dari wilayah timur, mereka lantas memerangi kalian dengan peperangan sengit yang sama sekali belum pernah dilakukan kaum manapun…”

Setelah peristiwa perang antara tiga orang anak dari raja Arab Saudi yang memperebutkan tahta kerajaan tersebut, selanjutnya akan ada peristiwa yang lebih menggemparkan dunia, yakni akan muncul bendera-bendera hitam dari wilayah timur. Ada kekuasaan baru yang terbentuk di wilayah timur dengan pasukan yang mengibarkan bendera-bendera hitam yang bergerak memerangi Jazirah Arab. Peperangan yang sengit atau dahsyat, peperangan yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

“…Jika kalian melihatnya, maka berbaiatlah kepadanya walaupun sambil merangkak di atas salju, karena sesungguhnya dia adalah Khalifah Allah Al Mahdi.”

Umat Islam diperintahkan untuk mendatangi pemimpin negara itu, membaiatnya. Berusaha semaksimalnya untuk mendatanginya meskipun penuh dengan berbagai masalah atau halangan di hadapan kita karena pemimpin kekuasaan baru di wilayah timur itu adalah Utusan Allah, yakni Khalifah Allah Al-Mahdi.

Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Bumi ini akan penuh dengan kesewenang-wenangan dan kezhaliman. Pada saat itulah, Allah mengutus seorang laki-laki dari keluargaku, namanya mirip dengan namaku. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu dengan kezaliman dan kesewenang-wenangan.” (HR Imam Ahmad, Ibnu Hibban, al-Hakim, al-Bazzar, Ibnu Adi, dan Abu Nu’aim).

Mari kita perhatikan dengan seksama penggalan matan hadits tersebut.

“…Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu dengan kezaliman dan kesewenang-wenangan.”

Jadi, sebelum kemunculan Khalifah Allah Al-Mahdi, bumi dipenuhi dengan kezhaliman dan kesewenang-wenangan. Mari kita perhatikan, jika bumi dipenuhi dengan kezhaliman dan kesewenang-wenangan sebelum kemunculan Khalifah Allah Al-Mahdi maka bisa dipastikan belum tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan Minhajin Nubuwwah sebelumnya. Dan dari hadits tersebut juga bisa dipastikan bahwa khalifah yang meninggal dan tiga orang anaknya berperang bukanlah Khalifah dari Khilafah Rasyidah Minhajin Nubuwwah.

Dimanakah Wilayah Timur Itu?

Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Jika kalian telah melihat bendera hitam yang keluar dari arah timur Khurasan, datangilah dia walaupun harus dengan merangkak di atas salju karena di sana ada Khalifah Allah, Al-Mahdi.” (HR al-Hakim).

Arah timur Khurasan itu adalah Pakistan. Dalam bahasa Urdu, Pakistan bermakna tanah suci, yang berada di Asia Selatan, berbatasan dengan Afghanistan dan Iran di bagian barat, India di bagian timur, dan Tiongkok di arah timur laut.

Makna Pakistan dalam bahasa Urdu yaitu tanah suci, berkesesuaian dengan matan hadits berikut:

Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ‘Wahai anak Hawalah, apabila engkau melihat kekhilafahan telah turun di bumi yang disucikan maka sungguh telah dekat bencana gempa dan berbagai kesedihan serta perkara-perkara besar. Pada saat itu Hari Kiamat lebih dekat kepada orang-orang daripada tanganku ini dari kepalaku’.” (HR Abu Dawud).

Dalam bahasa Urdu Pakistan adalah tanah suci. Sedangkan dalam hadits bumi yang disucikan. Jadi, wilayah timur Khurasan itu adalah Pakistan. Dan di sanalah kekhilafan akan muncul.

*Disucikan dari apa?*

Kekhilafan akan muncul di bumi yang disucikan. Disucikan dari apa?
Untuk mendapatkan jawaban itu, mari kita simak dengan seksama sebuah pesan dalam mimpi yang diterima Muhammad Qasim bin Abdul Karim di bawah ini:

16 /01/ 2019
بسم الله رحمن الرحيم
اسلام عليکم
Aku melihat dalam mimpi ini bahwa banyak penguasa yang terpilih dan memerintah Pakistan, tetapi tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik. Kemudian Imran Khan terpilih menjadi penguasa baru dan orang-orang berharap semuanya akan menjadi lebih baik tetapi tidak ada yang berubah dan semuanya tetap sama.

Kemudian Asif Zardari kecewa kepada pemerintahan Imran Khan dan mulai mengadakan pertemuan dan pidato. Dia berkata: “Aku tidak akan membiarkan pemerintahanmu berjalan karena negara ini tidak berubah dan berkembang. Aku menonton semua ini di Televisi. Setelah melihat semua ini, aku pergi keluar rumah dan mengatakan bahwa jika situasinya tidak berubah, negara tidak akan lebih baik.

Kemudian Asif Zardari mengadakan rapat umum dan aku menonton sambil berdiri dari kejauhan. Saat aku menonton pertemuan itu, ada sebuah lapangan yang berada di sebelah kananku dan mulai bergerak. Lapangan ini mulai berlumpur dan membentuk seperti ladang yang seolah-olah seseorang sedang meletakkan tanah dengan cara yang sangat sistematis. Tanahnya halus seperti lantai dari tanah liat dan terlihat seperti dibuat oleh seseorang yang ahli dari perusahaan yang maju. Tanahnya sangat cocok untuk ditanami karena lembab dari atas dan juga basah dari bawah. Aku tidak memperhatikan tanah itu lagi dan mulai beralih pada Asif Zardari. Dia mengatakan bahwa banyak penguasa telah datang seperti tentara, penguasa lain, Imran Khan dan lain-lain tetapi keadaan tidak juga berubah.

Lalu aku melihat kembali tanah itu. Ia mulai menyebar dan semakin luas menyebar sedemikian rupa hingga tingkatan tanah dan jaraknya sama. Pupuk alami juga mulai diaplikasikan di atasnya dan menyebar dengan sendirinya.

Aku berkata: “siapa yang menyebarkan pupuk di tanah seperti itu?”

Kemudian aku berpikir bahwa setalah Asif Zardari berbicara, maka selanjutnya adalah giliranku untuk berbicara di sana dan aku harus berbicara dengan orang-orang sekarang juga dan aku harus mempersiapkannya.

Aku harus merencanakan dengan baik tentang apa yang harus aku sampaikan dan apa yang tidak boleh aku sampaikan. Lalu aku pergi ke sebuah kamar atau rumah kecil, ketika aku berada di sana, aku melihat ada sebuah ruangan seperti aula dan hanya ada sedikit orang di sana. Aku berbicara kepada mereka dan memberitahukan mereka bahwa banyak penguasa datang dan pergi dan jika anda melihat sejarah mereka semua, setiap kali ada harapan bahwa kemakmuran akan terwujud tetapi tidak ada yang terjadi dan situasinya malah semakin lebih buruk dari sebelumnya.

Aku mengatakan juga bahwa hanya ada satu alasan untuk kegagalan ini dan itu adalah: “Negara ini harus dibersihkan dari syirik dan semua bentuknya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan memberi bantuan sampai syirik dan bentuknya dihapuskan dari negara ini.
Dan tidak ada kemakmuran sampai saat ini”. Aku melihat orang lain mulai datang dan mendengarkanku.

Kemudian aku juga melihat ada dua orang tentara yang ikut berdiri di sana dan mendengarkanku. Lalu aku berkata lagi bahwa: “Ada berbagai berhala dan patung atas nama seni dan budaya di sudut-sudut jalan raya dan persimpangan kota, papan besar dengan gambar yang tidak perlu di atasnya, berhala dan patung di taman, dan juga gambar yang tidak perlu lainnya yang dipajang di kota-kota, ini semua adalah bentuk kesyirikan.”

Aku melanjutkan perkataanku dengan mengatakan bahwa: “Nabi kita yang mulia Muhammad Shallallahu’alaihi Wa Sallam juga telah menghapus syirik dengan menghilangkan berhala seperti itu. Jika kita menghilangkan semua bentuk syirik ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan membantu kita. Pakistan tidak hanya akan menang dalam perang Ghazwatul Hind, tetapi juga akan mampu mengalahkan kekuatan super seperti Rusia dan Amerika Serikat dalam Perang Dunia III dan Pakistan akan menjadi negara adidaya.”

Orang-orang dari tentara dan beberapa orang lain mendengarkanku dan aku mengatakan lagi bahwa:
“Ketika kita mengakhiri syirik, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberkati kita dengan Berkah dan Rahmat-Nya dan Dia akan membuka harta karun-Nya untuk kita bahkan seperti hari-hari awal Islam saat Nabi Terakhir Muhammad shallallahu’alaihi Wa Sallam menasihati orang-orang untuk menghindari kesyirikan dan membangun masyarakat yang bebas dari syirik.”

Kemudian, aku melihat diriku dalam sebuah wawancara langsung dan pembawa acara bertanya kepadaku tentang syirik dan kebutuhan gambar dalam kehidupan saat ini untuk tujuan yang berbeda. Aku menjawab:
“Gambar atau foto boleh dipergunakan jika diperlukan, dan tidak boleh dipergunakan jika tidak diperlukan.

Gambar atau foto yang diperbolehkan adalah seperti penggunaan foto pada KTP, uang kertas, atau jika fotografer memiliki toko, ia dapat menggunakan gambar tersebut karena memang diperlukan.”

Aku mengatakan lagi lebih banyak: “Tapi untuk selain itu misalnya jika anda melihat berbagai gambar yang tidak perlu di kota atau kebanyakan orang memasang foto selebriti di rumahnya, hal itu tidak diperbolehkan dan termasuk dalam kategori syirik. Seperti halnya juga jika anda menonton wawancara langsung dari seorang pembawa berita terkenal. mereka tidak tampil di depan kamera dan tidak perlu juga menampilkan foto/gambar mereka karena tidak dibutuhkan. Mereka yang merupakan pembawa berita anonim yang dapat memposting gambar mereka pada saat promo program mereka saja.” Orang-orang tentara yang berdiri di kejauhan terus-menerus mengawasi dan mendengarkanku dengan seksama. Mimpi berakhir di sana.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Baiklah saudaraku, terakhir saya menyampaikan bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu termasuk memberikan petunjuk ke dalam mimpi seorang hamba-Nya yang dikehendaki-Nya.

Jika menurut anda mimpi yang diterima Muhammad Qasim tidak logis, kembalikanlah ingatan anda kepada materi dasar Islam tentang dalil Naqli. Barakallahu fiikum.*